Kamis, 26 Januari 2017

Audio Quran

Bagus banget nihhh bagi yg butuh audio quran.
Klik linknya yaaa :)

https://abangdani.wordpress.com/2014/07/04/rilis-resmi-murattal-juz-30-juz-amma-oleh-muhammad-taha-al-junaid-dewasa/

https://isro17.wordpress.com/2016/01/03/download-murottal-syaikh-dr-aiman-rusydi-suwaid-lengkap-30-juz/

Senin, 19 September 2016

Memakai Batik Salah Satu Bentuk Cintaku kepada Negeri


Batik asli Pekalongan terkenal dengan istilah batik pesisir kaya akan warna yang terkenal dengan ragam hiasnya yang bersifat naturalis. Motif Batik Pekalongan sangat bebas dan menarik, beberapa diantaranya mempunyai kesamaan dengan motif batik Yogya atau Solo. Di dalam batik Pekalongan kita akan sering menjumpai dimana motifnya dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Bahkan tidak sedikit kita jumpai pada sehelai kain batik Pekalongan dijumpai hingga 8 warna yang berani dan kombinasi yang dinamis. Jika dibanding dengan batik pesisir lainnya, batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan Belanda dan Cina. Motif yang paling populer  dan terkenal dari pekalongan adalah motif batik Jlamprang.

Batik Pekalongan hingga kini telah banyak dipasarkan di Indonesia, yakni ke beberapa daerah luar Jawa, diantaranya adalah  Sumatera selatan, Sumatera Barat, Minahasa, Makasar, Jambi, hingga Padang. Biasanya para pedagang batik di daerah ini memesan motif yang sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing.
Saya sebagai salah seorang penyuka batik culture Indonesia, menjadikan batik sebagai salah satu aset bisnis. Awalnya hanya suka dengan motif-motif batik, berlanjut dengan membeli kain-kain batik sebagai sampel produk dan membuatnya menjadi baju-baju cantik sebagai model dari kain-kain batik yang saya pasarkan. Akhirnya, sampai saat ini, saya memiliki beberapa koleksi baju berbahan dasar batik dan mendapatkan income dari kesukaan saya terhadap batik. Alhamdulillah... Kesukaan yang positif sihh yaa kalo saya menyebutnya karena selain memuaskan keinginan saya terhadap kain batik, kesukaan terhadap batik ini mendorong saya berpikir ekonomis yakni menghasilkan beberapa keping rupiah dari batik-batik yang saya miliki. Allahu Akbar!!!